HINDARI TOLAK UKUR KEBENARAN AL JAHILIAH

Diposting oleh Aqin pada 22:34, 03-Mar-15

HINDARI TOLOK UKUR KEBENARAN ALA
JAHILIYAH [1]

Oleh
Syaikh Shalih Fauzan bin Abdullah Al
Fauzan


Setiap kali mendengar kata-kata
jahiliyah, maka tergambarlah di benak
kita dengan berbagai kebiasaan buruk
yang dilakukan manusia sebelum
kedatangan Islam. Dan memang, semua yang
dikaitkan dengan kata-kata jahiliyah,
semuanya memiliki konotasi buruk dan
kita dilarang mengikutinya.

Alhamdulillah, secara umum masa
Jahiliyah itu sudah berakhir [2] seiring
dengan diutusnya Muhammad n sebagai
rasul dengan membawa Al Qur`an sebagai
pedoman hidup. Namun, ini bukan berarti
semua tradisi jahiliyah juga sudah
terkikis habis. Tradisi atau tabiat
jahiliyah masih ditemukan pada diri
seseorang atau satu kelompok tertentu,
atau bahkan pada satu wilayah negara.
Sebagaimana tersirat dalam sabda
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam, yaitu ketika Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam mendengar ada
seseorang menghina kawannya dengan
ucapan “Hai anak wanita hitam!”
Kemudian Beliau Shallallahu 'alaihi wa
sallam menegurnya dengan bersabda:
“Apakah engkau menghinanya karena
ibunya?” Lalu Beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّكَ
امْرُؤٌ
فِيكَ
جَاهِلِيَّةٌ


Sesungguhnya engkau manusia yang masih
terjerat tabiat jahiliyah [HR Muslim].

Juga sabda Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam.

أَرْبَعٌ
فِي
أُمَّتِي
مِنْ
أَمْرِ
الْجَاهِلِيَّةِ
لَا
يَتْرُكُونَهُنَّ
الْفَخْرُ
فِي
الْأَحْسَابِ
وَالطَّعْنُ
فِي
الْأَنْسَابِ
وَالنِّيَاحَةُ
عَلَى
الْمَيِّتِ
وَالْاسْتِسْقَاءُ
بِالنُّجُومِ


Ada empat perkara jahiliyah yang ada
pada umatku, mereka tidak
meninggalkannya ; yaitu mencaci
keturunan, membanggakan kedudukan,
meratapi orang meninggal dunia, serta
mengaitkan turunnya hujan dengan
bintang-bintang.[3]

Juga ketika terjadi pertengkaran antara
seorang Anshar dan Muhajirin, lalu
masing-masing mencari pendukung.
Seseorang yang dari Anshar memanggil
orang Anshar “hai, orang Anshar!”
dan dari Muhajirin memanggil orang
Muhajirin, dia berkata “wahai kaum
Muhajirin”. Menanggapi kejadian
tersebut, Rasulullah bersabda,”Apakah
kalian masih bangga dengan semboyan
jahiliyah, sementara aku masih berada di
tengah kalian? Tinggalkanlah fanatisme
itu, karena itu berbau busuk!”

Dari sabda Beliau Shallallahu 'alaihi wa
sallam di atas, para ulama berpendapat,
masih adanya tradisi jahiliyah yang
melekat di tengah masyarakat. Sehingga
para ulama bangkit menjelaskannya, agar
masyarakat menjauhinya dan tetap
istiqamah menempuh jalan Ahlus Sunnah
wal Jama’ah. Karena tradisi jahiliyah
bertentangan dengan syariat yang dibawa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam.

Diantara tradisi jahiliyah yang
diperingatkan oleh para ulama agar
dijauhi, yaitu tradisi jahiliyah dalam
menilai sebuah kebenaran dan sumber
nilai itu sendiri. Islam mengajarkan
kepada penganutnya agar meyakini dan
mengamalkan semua yang diperintahkan
dalam Al Qur’an dan Sunnah berdasarkan
pemahaman Salafush Shalih. Begitu juga
dalam menilai sesuatu itu benar atau
tidak, Islam mengajarkan agar mejadikan
Al Qur’an dan Sunnah tolok ukurnya.
Berbeda dengan tradisi jahiliyah, mereka
menjadikan pendapat nenek moyang serta
pendapat mayoritas orang sebagai tolok
ukur. Yang sejalan dianggap benar dan
yang bertentangan dinilai salah.

BERALASAN DENGAN KEBIASAAN MAYORITAS
MANUSIA, TANPA MELIHAT DALILNYA
Diantara kebiasaan jahiliyah, yaitu
terpedaya dengan pendapat mayoritas,
menjadikannya sebagai standar menilai
kebenaran. Suatu kebenaran didasarkan
kepada pendapat mayoritas. Sebaliknya,
pendapat minoritas dianggapnya sebagai
kebathilan tanpa melihat dalil-dalilnya.
Penilaian yang didasarkan dengan argumen
seperti di atas tanpa melihat dalil yang
mendukungnya, merupakan cara pandang
bathil dan bertentangan dengan Islam.
Allah berfirman.

وَإِن
تُطِعْ
أَكْثَرَ
مَنْ
فِي
اْلأَرْضِ
يُضِلُّوكَ
عَنْ
سَبِيلِ
اللهِ

Dan jika kamu menuruti kebanyakan
orang-orang yang di muka bumi ini,
niscaya mereka akan menyesatkanmu dari
jalanNya [Al An’am : 116].

وَلَكِنَّ
أَكْثَرَ
النَّاسِ
لاَيَعْلَمُونَ

Tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui. [Al A’raf : 187].

وَمَاوَجَدْنَا
لأَكْثَرِهِم
مِّنْ
عَهْدٍ
وَإِن
وَجَدْنَآ
أَكْثَرَهُمْ
لَفَاسِقِينَ

Dan Kami tidak mendapati kebanyakan
mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami
mendapati kebanyakan mereka orang-orang
yang fasik. [Al A’raf : 102].

Dan masih banyak lagi ayat lain yang
menjelaskan hal itu.

Jadi, yang menjadi tolok ukur kebenaran
bukanlah mayoritas ataupun minoritas,
akan tetapi, seharusnya adalah kebenaran
itu sendiri, meskipun pendapat ini
dianut oleh satu orang saja. Jika
mayoritas manusia berjalan di atas
pendapat yang bathil, maka harus
ditolak. Oleh sebab itu, para ulama
berkata “kebenaran itu tidak bisa
dikenali dengan manusia, tetapi justru
manusia itu dikenali dengan
kebenaran”. Siapapun yang berjalan di
atas kebenaran, maka ia harus diikuti.
Ketika menceritakan umat-umat terdahulu,
Allah l memberitahukan bahwa minoritas
sering berada dalam kebenaran.
Sebagaimana firman Allah :

وَمَآءَامَنَ
مَعَهُ
إِلاَّ
قَلِيلٌ

Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu
kecuali sedikit. [Hud : 40].
Dalam sebuah hadits terdapat riwayat
yang menjelaskan bahwa Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam
diperlihatkan tentang pengikut para nabi
terdahulu. Ada nabi yang diikuti oleh
beberapa orang saja. Ada yang hanya
disertai oleh seorang saja,bahkan ada
nabi yang tanpa pengikut.

Blog ini saya tutup.

Diposting oleh Aqin pada 02:17, 15-Jul-12

Assalamu'alaikum Apa kabar sobat mywapblog tercinta, sudah sekian lama blog ini terbengkalai. Ga pernah update n liat koment sobat2. Tp saya masih sering suka liat update an sobat2 yg sudah saya follow blog nya. Sebelumnya saya minta maaf sama teman2 yg sudah berkunjung dan belum sempat saya kunjungi balik. Oya saya juga mohon maaf yg sebesar2nya atas salah satu postingan... [Baca selengkapnya]

Da'wah adalah Ketauladanan

Diposting oleh Aqin pada 10:11, 24-Peb-12

Berkenaan dengan himbauan presiden kita pak Beye kepada FPI untuk instropeksi diri bersama ini saya sebagai simpatisan FPI berpartisipasi muhasabah dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Karena saya agak kecewa juga dengan media televisi yg kadang hanya menayangkan sikaf2 anarkisnya saja ke masyarakat tentang FPI, dan hal ini sebagai bahan renungan untuk pemuda 2 FPI untuk membenahi diri. Tentang sosok ormas... [Baca selengkapnya]

Oksigen Gratis

Diposting oleh Aqin pada 10:41, 17-Jan-12

Sahabat pernakah kita menanyakan harga Oksigen di apotek? Jika belum tau +/- Rp.25 Ribu / liter Sahabat pernakah kita menanyakan harga Nitrogen ke apotek? Jika belum tau +/- Rp.9950/ liter Tahukah kita bahwa dalam sehari manusia menghirup 2880 liter Oksigen dan 11.376 liter Nitrogen. Jika dihargai dengan Rupiah maka Oksigen dan Nitrogen yang kita hirup akan mencapai Rp.170 jutaan/hari/manusia Jika... [Baca selengkapnya]

Belum Siap Dengan Syariat Islam....??

Diposting oleh Aqin pada 11:39, 28-Nov-11

Tidak siap, selalu menjadi alasan mengapa syariat islam belum juga diterapkan hingga sekarang. Inilah jawaban default jika ditanyakan pada hampir setiap orang. “Mengapa kita tidak terapkan syariat islam?” selalu dijawab “masyarakatnya belum siap”. Nah tulisan ini dibuat semoga masyarakat yang tidak siap dengan syariat islam segera berbalik mendukung syariat islam diterapkan. Sesungguhnya baik muslim maupun non muslim jika benar-benar mengetahui... [Baca selengkapnya]